Selasa, 12 Juli 2011

Burung Canada

Ini cerita dan sekaligus motivasi yang pernah aku baca di bukunya Om Parlindungan Marpaung "Setangah Isi Setengah Kosong",,,

Cerita dalam buku ini cukup mirip dengan pengalamanku sendiri, karna dulu aku sendiri punya prinsip yang mirip sama dengan burung canada ini "They Can Why Iam Can't?", hemm yang ternyata prinsip ini penuh tantangan, yapz setiap pilihan pasti ada resikonya bukan, yang kita sendiripun tidak tahu seberat apa resiko yang akan kita jalani itu dan alhamdulillah aku bisa melewatinya dengan bantuan Allah SWT, dan semoga setiap pilihan hidup yang kita pilih selalu mendapat ridhoNya, amien dan tak berakhir seperti burung canada ini... so banyak pelajarn yang bisa ku ambil dari crita ini,,, so try to red;;;:)

John C. Maxwell dalam Your Roadmap for Succes menuturkan kisah tentang seekor burung canada yang agak repot jika harus migrasi keselatan untuk menghadapi musim dingin. Kepada diri sendiri dia berkata, "Aku pasti bisa menghadapi musim dingin , toh banyak hewan lain yang mampu melewatinya. Jadi mengapa harus pindah?"

Akibatnya , manakala burung-burung lainnya berbondong-bondong terbang menuju Amerika Selatan yang hangat, dia tetap tinggal dalam dekapan musim dingin yang semakin menusuk.

Menjelang Akhir November, si burung Canada mulai menyesal sebab udara dingin semakin menusuk-nusuk tubuhnya. Tidak pernah dia merasakan kedinginan seperti itu. Tidak hanya itu ,dalam kondisi seperti itu diapun tidak berhasil menemukan makanan. Akhirnya dia sadar bahwa kalau tidak segera pergi dari sana , dia tidak akan bisa bertahan. Maka diapun mulai terbang sendirian kearah selatan.

Setelah beberapa lama terbang, turunlah hujan. Tetesan air Hujan dimusim dingin itu pun mengenai sekujur tubuh si burung Canada, lalu membeku dikedua sayapnya. Diapun sadar bahwa tidak mungkin terbang lebih lama lagi. Dia tahu bahwa dirinya akan mati membeku jika terus terbang melawan hujan dimusim dingin. Diapun akhirnya mengambil keputusan untuk segera mendarat dan landing tepat disebuah kandang sapi. Sementara dia tergeletak kelelahan , lewatlah seekor sapi melangkahinya lalu membuang hajat persis diatas si burung Canada. Tak ayal , si burung malang itu pun benar-benar jijik dengan benda bau yang menimpa dirinya tersebut. Dia mulai menggerutu, "sudah mau mati, ditimpa tangga pula!"

Apa daya , diapun bersiap untuk mati karena tidak tahan dengan bau kotoran sapi yang menimpa dirinya tersebut. Akan tetapi, kira-kira dua menit kemudian ternyata dia masih mampu menahan dan menarik nafas. Sepertinya sang burung mulai menemukan suatu keajaiban, perlahan-lahan tubuhnya mulai hangat dan es- es yang melekat ditubuhnya mulai mencair. Otot-ototnya tidak lagi kaku dan mulai dapat digerakkan. Dia sudah mulai lupa dengan bau dibadannya. Sebaliknya , rasa suka cita memenuhi dirinya karena ia sadar bahwa dirinya masih hidup. Diapun tampak kegirangan dan mulai bernyanyi-nyanyi.

Ketika itulah seekor kucing tua yang sedang berbaring ditumpukan jerami dikandang tersebut mendengarnya bernyanyi. Kerinduan sang kucing pada suara burung yang telah sekian lama tidak didengarnya terasa terobati. Lalu dengan rasa penasaran dan ingin tahu yang mendalam, sikucing beranjak dari tumpukan jerami, hingga dilihatnya seekor burung sedang bernyanyi-nyanyi. Sang kucingpun menghampirinya, kemudian mengeluarkan siburung Canada dari kotoran sapi tersebut dan membersihkannya...lalu.. menerkamnya

***
Ada beberapa pelajaran yang menarik dari kisah burung Canada diatas. Pertama, tidak semua yang mengotori kita adalah musuh dalam kehidupan kita. Terkadang kita sudah melakukan penilaian kotor terhadap seseorang, namun pada kenyataannya secara tidak lansung orang tersebut sudah menjadi jalan untuk keberhasilan kita. Itulah sebabnya, dalam hidup ini kita diimbau untuk tidak lansung dan serta merta memberikan penilaian buruk kepada seseorang hanya karena ia pernah "kotor" dalam hidupnya. Hal ini dalam hubungan manusiawi dikenal dengan efek bias, dimana jika seseorang sudah bertindak kotor terhadap orang lain, maka kitapun cenderung memusuhi yang bersangkutan. Padahal mungkin dia tidak seburuk yang kita duga.

Kedua , ternyata tidak semua yang membersihkan kotoran tersebut adalah rekan kita. Banyak upaya yang dilakukan terkesan menolong kita, namun sebaliknya justru menjatuhkan. Didepan kita terkesan begitu baik dan sangat simpatik, namun dibelakang sebenarnya dia tidak lebih dari musuh dalam selimut. Itulah sebabnya , menilai seseorang tidak dapat dilakukan dari sekedar melihat penampilan luar atau kebaikan yang tampak dari luar saja. Alangkah bijaksananya jika kitapun mampu menelusuri ada apa dibalik tingkah laku dan penampilan demikian.

Perilaku manusia ibarat gunung es, ada bagian dalamnya secara psikis sulit diketahui sesaat tentang apa yang melatar belakangi tingkah laku tersebut, demikian ungkap pakar psikoanalis, Sigmund Freud.
Dalam kehidupan berorganisasi dan perusahaan, faktor relasi memegang peranan besar, baik dalam arah membangun maupun arah yang menghancurkan, terlepas apaka dia pimpinan maupun staf pelaksana.
Ada yang berperan sebagai penyulut kebakaran, yakni mereka yang terus membakar dan mendorong motivasi kita untuk maju . Merekalah yang dikenal dengan motivator dan merasa bangga jika orang lain lebih maju dari dirinya. Adapula yang berperan memainkan sebagai pemadam kebakaran, merekalah yang selalu berusaha untuk mematahkan semangat orang lain untuk maju dan mencapai prestasi tinggi.

Untuk menghadapi dua pelajaran diatas, tidak ada cara lain selain kita meningkatkan kompetensi diri dan ketakwaan kepada sang Pencipta. Kompetensi memungkinkan kita untuk tampil profesional dan objektif dalam mengembangkan diri . Hubungan yang harmonis akan terasa berbobot jika dibarengi dengan aktualisasi potensi diri yang optimal.

Pada akhirnya dapat dipisahkan mana yang kepentingan diri, mana yang menjadi kepentingan sosial. Ketakwaan membuat penyerahan diri kita secara total kepada Sang Pencipta. Sang Khalik lebih berkuasa dari apapun, mak dialah yang mengatur segala sesuatunya.
Dengan demikian hidup akan terasa bermakna dan indah, sekalipun mungkin sekeliling kita tidak menyenangi kehadiran kita.

Sabtu, 02 Juli 2011

History of This Blog :D

Blog ini q buat atas dasar tugas akhir di SMAq dlu, lupa tanggalnya yang pasti blok ini lahir pas tanggal waktu aq buat blog ini,,:D dan alhamdulillah nilainya jga memuaskan,,, makash ya pak A n C atas nilainya...hihihi karna dulu kurang berminat bget buat blog dan isi entrinyapun msh kurang gmana ya,,, ya gtu lah...hehe karna itu jga daripada blog ne mubazir terus banyak sarang laba"nya, dikira gudang apa ya... Lah mending dibuat nulis artikel atau apalah yang lebih bermanfaat, ya maklum uda mulai iseng gene ne ezt,,,:p nah uda mulai muncul ide ne, jadi pengen bagi-bagi pengalaman buat para follower... ditunggu az ya kbar selanjtnya...:)

Senin, 14 Maret 2011

Worm Serang Komputer Nuklir Bushehr

Worm pengganggu itu hasil kerja sama AS dan Israel.
WINA - Fasilitas nuklir di Bushehr, Iran, terancam mengalami bencana mirip di Chernobyl, Rusia. Ini terkait gangguan worm -sejenis virus komputer- yang mengganggu sistem komputer fasilitas nuklir ini sejak 2010.
Kekhawatiran itu disampaikan dalam laporan intelijen pada Selasa (1/2) dari seorang anggota dinas intelijen asing dan utusan Rusia untuk Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Dmitry Rogozin. Namun, laporan itu dinilai terlalu dini untuk disimpulkan kebenarannya. Laporan itu tampaknya hanya bersifat pribadi dari ilmuwan Rusia maupun Iran yang bekerja di Bu-shehr.
"Dengan terganggunya sistem komputer oleh worm, reaktor akan mampu membuat sebuah bom nuklir yang kecil. Kerusakan kecil akan membuat reaktor hancur. Tapi, kerusakan skala besar juga bisa terjadi seperti yang di Chernobyl," kata laporan itu.
Worm yang disebut sebagai Stuxnet itu diyakini mampu menggerakkan sejumlah mesin pemutar di reaktor itu bekerja tanpa kendali dan mengganggu proyek pengayaan uranium yang dilakukan. Merebaknya kabar itu ditengarai tidak terlepas dari ulah Israel atau AS, dua negarayang paling bersemangat menentang program nuklir Iran karena dikhawatirkan dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir. The New York Times edisi 15 Januari 2011 menyebutkan, kedua negara ini bekerja sama menguji coba worm untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.
Iran mengakui telah terjadi gangguan pada sitem komputer di reaktor tersebut. Namun, gangguan itu bukan akibat dari worm
Stuxnet yang membuat tertundanya proyek pembangunan reaktor oleh Rusia.
Sejauh ini Iran tidak banyak memberikan penjelasan soal program nuklirnya. Komunitas internasional hanya mengetahui adanya gangguan atas reaktor itu tahun lalu oleh worm yang dianggap misterius.
Utusan Iran untuk Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Ali Asghar Soltanieh, tidakmemberikan komentar terkait Stuxnet di Bushehr tersebut. Namun, Rogozin yang mengutip pernyataan sejumlah teknisi di Bushehr, menyebutkan, sistem yang ada berjalan normal ketika dipantau melalui layar komputer, namun dalam kenyataan mesin itu bekerja tanpa kendali.
"Worm itu sangat berbahaya dan dapat memberikan dampak seperti Chernobyl," kata Rogozin.
Sejumlah pakar sampai kinimasih memiliki perbedaan pendapat soal pembuktian adanya worm Stuxnet tersebut. Olli Hei-nonen, mantan kepala penyelidik program nuklir di IAEA yakin worm itu dapat merusak sistem di Bushehr atau di tempat lain hingga terjadinya malapetaka besar.
Namun, Ralph Langner, pengamat keamanan dunia maya yang meneliti efek Stuxnet menilai worm yang masuk ke dalam komputer seperti Stuxnet secara teknis tidak dapat mengacaukan sistem di Bushehr. "Ledakan termonuk-lir tidak mungkin terjadi hanya karena Stuxnet," katanya.
Menurut Langner, Iran membutuhkan waktu setahun untuk memperbaiki sistem Bushehr yang terganggu. Reaktor Bushehr menjelang pengoperasiannya menghadapi sejumlah kendala serius.
Seharusnya reaktor itu beroperasi 1999. Namun, tertundakarena menghadapi masalah pada konstruksi dan pasokan perlengkapan. Rusia sendiri sebagai pemasok reaktor nuklir Iran meminta negara itu agar lebih berkompromi dalam membahas masalah program nuklirnya dengan komunitas internasional.
Sesuai kesepakatan 2005, Rusia akan memasok kebutuhan bahan bakar bagi fasilitas nuklir Iran dan meminta kembali bahan bakar yang telah digunakan. Tujuannya, agar tidak diubah menjadi senjata nuklir. Iran juga menyetujui keberadaan IAEA mengawasi kegiatan reaktor Bushehr dan pengiriman bahan bakar reaktor tersebut.
IAEA sendiri menolak berkomentar soal kerusakan di Bu-shehr. Namun, menurut sejumlah pejabat di lembaga itu, tidak puas dengan sisitem operasi dan keamanan di reaktor tersebut.

Selasa, 08 Maret 2011

Mari Selamatkan Bumi Kita Coy

Semua sudah maklum bahwa bumi yang sama-sama kita diami ini sudah semakin tua, sebagaimana manusia pada umumnya, pada usia lanjut tentunya akan semakin menurun kondisinya. Alangkah bijaksananya kita-kita yang merasa memiliki bumi ikut andil untuk menjaga syukur-syukur sampai dengan menyelamatkan bumi yang sudah mulai sakit-sakitan.

Terus apa yang bisa kita lakukan? sebenarnya banyak hal yang bisa kita kerjakan, salah satu contoh “Batagor” sudah sampai jilid dua peduli pada lingkungan, moga-moga dalam waktu yang gak terlalu lama jilid tiga segera terwujud.
Diperempatan atau simpangan jalan yang dilengkapi lampu pengatur lalu lintas, lampu “bangjo” kata saudara-saudara kita dari Jawa, maksudnya Abang (=merah) dan Ijo (=hijau), kenapa kuningnya gak disebut ya? Dibeberapa tempat sudah dilengkapi dengan penunjuk waktu, sehingga para pengguna jalan bisa memperkirakan berapa detik akan kena merah atau berapa detik akan jalan karena lampu hijau. Bila saja pada saat berhenti (lampu merah) semua kendaraan bermotor di persimpangan mematikan mesinnya dan dinyalakan lagi pada angka 3-5 detik menjelang lampu hijau, berapa persen pencemaran udara karena knalpot kendaraan bermotor yang bisa dikurangi, hitung sendiri deh.
Di era teknologi yang makin janggih ini, banyak sekali inovasi-inovasi menuju ke hal yang positif, praktis. Kita coba ambil contoh, kebanyakan kita tidak lagi menggunakan sapu tangan tetapi mengganti dengan “tissue” demi efisiensi dan kepraktisan. Kalau dulu, jamannya sapu tangan, setelah dipakai dan kotor lalu dicuci untuk digunakan kembali. Pengguna tissue, sekali pakai lalu buang, dan sering-seringnya dibuang sembarangan. Bila pengguna tissue satu hari menggunakan satu pak yang isinya lima lembar, berapa banyak pengguna tissue di kota Bandung? tinggal dikalikan, berapa banyak yang nyampah dari tissue saja.
Kasus lain adalah penggunaan kantong plastik (keresek) sebagai pengganti kantong kertas atau daun, alhamdulillah saat ini beberapa toko sudah mengurangi bahkan meninggalkan penggunaan plastik diganti dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.
Mari kita peduli pada lingkungan, mulai dari yang kecil, mulai pada diri sendiri dan mulai sekarang.